Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin bersama Kapolresta Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang, pada pemasangan plang peringatan karhutla di Jalan Arjuna, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (4/11/2026).
Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus mengimbau sekaligus mengingatkan warga supaya tidak melakukan pembakaran lahan.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin mengatakan, imbauan tersebut aktif disampaikan kepada warga melalui OPD teknis, camat dan lurah bekerjasama dengan TNI/Polri.
"Jadi kita selalu menginformasikan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama lahan gambut," ujarnya, usai pemasangan plang peringatan karhutla secara simbolis di atas lahan yang terbakar di Jalan Arjuna, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (4/11/2026).
Disampaikan Ami, sapaan Zulhelmi Arifin, saat ini masih banyak terdapat lahan gambut di wilayah setempat. Untuk itu, pengawasan juga mesti ditingkatkan mengingat kebakaran yang terjadi di lahan gambut sangat sulit dipadamkan.
"Salah satu contoh kemarin di Jalan Pemuda, itu tiga hari kita padamkan. Lahan yang terbakar tidak luas, sekitar 2.000-an meter, tetapi karena gambut, itu tiga hari kita melakukan pemadaman," ungkapnya.
"Jadi kalau lahan gambut ini terbakar, itu tidak cukup satu hari melakukan pemadaman. Itu butuh banyak sumber daya untuk memadamkan dan mendinginkan," ulas Ami.
Selain lahan, warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah. Sebab, sampah yang dibakar terutama di sembarang tempat bisa memicu terjadinya kebakaran lahan.
"Kadang hal-hal yang tidak disengaja seperti membakar sampah, itu bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran lahan. Maka kita imbau juga agar masyarakat tidak membakar sampah," tutup Ami.***