Virus Corona Menyebar ke 27 Negara, 724 Orang Meninggal dan 34.883 Terinfeksi

Sabtu, 08 Februari 2020 - 23:39:51 WIB Cetak

Petugas medis di China memeriksa seorang pria setelah virus Corona baru mewabah. (Foto/REUTERS/China Daily)

Betuah Beijing - Penyebaran virus corona yang berawal dari Wuhan, China, kini semakin tak terbendung. Sedikitnya, 27 negara telah mengonfirmasi adanya kasus tersebut.

Hingga 8 Februari 2020, sudah tercatat sebanyak 724 penderita corona yang meninggal dunia dan 34.883 orang terinfeksi. Namun dari total kasus, sebanyak 2.152 pender telah sembuh.

Untuk kasus terbanyak tercatat di China berjumlah 34.599 orang dan 723 meninggal dunia. Kemudian di wilayah Asia lainnya tercatat sebanyak 214 kasus, 1 orang meninggal. Di Eropa terdapat 31 kasus, Amerika 17, Australia 15, dan wilayah lainnya 7 kasus.

Otoritas Kesehatan China pada Sabtu (8/2/2020) mengumumkan adanya 81 kasus kematian baru di Hubei dan lima provinsi lainnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar AS juga menyebutkan, seorang warganya yang tinggal di Wuhan meninggal dunia. Hal itu menjadikannya sebagai kasus kematian pertama untuk warga asing di China akibat virus corona.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa seorang warga negara AS berusia 60 tahun yang didiagnosis menderita virus corona meninggal di Rumah Sakit Jinyintang di Wuhan, China pada Kamis," kata seorang juru bicara Kedutaan Besar AS, seperti dilansir Kompas dari SCMP, Sabtu (8/2/2020).

"Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga atas kehilangan mereka," sambung pernyataan Kedubes AS tersebut.

Sebelumnya pada Kamis (6/2/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, terdapat 19 orang asing yang terinfeksi dan dua di antaranya telah dipulangkan ke negaranya.

Selain warga AS, seorang pria Jepang yang dirawat di rumah sakit Wuhan akibat pneumonia juga meninggal dunia. Pria tersebut diduga terinfeksi virus corona. Namun karena kesulitan dalam diagnosis penyakit, penyebab kematian disebutkan karena pneumonia.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Jepang. Pria tersebut berpotensi menjadi orang Jepang pertama yang meninggal akibat virus corona.

Kematian tersebut bertepatan dengan lonjakan jumlah penumpang yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Sejauh ini, 64 orang dikonfirmasi telah terinfeksi virus corona di kapal pesiar tersebut.

Bantuan Dunia

Setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah virus corona sebagai public health emergency of international concern (PHEIC), negara-negara di dunia bergerak memberikan dukungan bantuan logistik maupun moral. Bantuan juga datang dari organisasi nirlaba, yayasan amal hingga perusahaan.

Bantuan juga datang dari Uni Eropa (UE). Negara-negara di Benua Biru itu menyumbangkan dana 10 juta euro untuk penelitian virus corona, kendati Presiden China Xi Jinping percaya diri China akan mampu mengatasi wabah virus tersebut.

Untuk mencegah terjadi darurat rantai pasok, UNICEF bersama sejumlah negara seperti Belarusia, Brunei Darussalam, Kamboja, Mesir, Iran, Jepang, Pakistan, dan negara lain juga menyumbangkan beragam material, mulai dari masker, pakaian pelindung, sapu tangan, hingga disinfektan.

Para pebisnis di China juga ikut memberikan bantuan. Perusahaan seperti Alibaba, Baidu, Tencent, dan 360 Security Group bergabung mengumpulkan dana hingga ratusan juta dolar untuk penelitian dan pasokan. Seluruh distribusi ini, termasuk bantuan dari luar negeri, telah dikawal langsung oleh aparat militer.

Miliarder dunia seperti dikutip dari Sindonews, juga tak mau ketinggalan membantu China. Pendiri Microsoft Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates, menyumbangkan dana hingga USD100 juta untuk perawatan dan penelitian.

Perusahaan asing yang beroperasi di China, termasuk sekuritas asal Amerika Serikat (AS) Citadel, mengumpulkan dana untuk mencegah infeksi lebih luas. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+