53 Ribu Terinfeksi, Corona di Italia Tewaskan Ratusan Orang per Hari

Ahad, 22 Maret 2020 - 12:58:44 WIB Cetak

Truk militer Italia berbaris mengangkut jenazah korban virus corona (ist/deticcom/twitter)

Betuah Italia - Penyebaran wabah coronavirus disease 2019 atau Covid-19 di Italia, kian memburuk. Pada Sabtu (21/3/2020), angka kematian baru akibat virus tersebut mencapai 800 orang.

Angka itu naik sekitar 19,6 persen dari hari sebelumnya, Jumat (20/3/2020) yang mana dilaporkan sebanyak 627 kematian dalam 24 jam.

Dengan lonjakan kasus pada Sabtu (21/3/2020), maka total kematian akibat virus corona Italia mencapai 4.825 orang atau memecahkan rekor kematian tertinggi sejak wabah itu pecah di Wuhan, China pada akhir Desember 2019 lalu.

Hingga Kamis (19/3/2020) lalu, total kematian di Italia pun dilaporkan sudah melebihi China dan Iran.

Meski demikian, para ahli kesehatan meragukan traparansi Iran dan berspekulasi angka kematian di negara itu mungkin sebenarnya lebih tinggi.

Berdasarkan data Worldometers, Italia memiliki lebih dari 53 ribu kasus Covid-19. Sebanyak 4.825 di antaranya meninggal dan 6 ribu lainnya kembali sehat.

Hal ini sepertinya tidak terbayang oleh negara Mediterania tersebut ketika seorang pensiunan pekerja bangunan di negara itu jadi penderita pertama yang meninggal di Eropa pada sebulan lalu.

Kepala Institut Kesehatan Italia, Silvio Brusaferro, meminta para penduduk lanjut usia untuk tetap di dalam rumah sepanjang hari. Sebab, rata-rata usia penduduk korban meninggal di Italia ada di angka 78,5.

"Jika Anda tidak mengikuti segala aturan (pemerintah), maka Anda membuat segalanya makin sulit," jelas ahli medis ternama di Italia tersebut, seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP.

"Jika Anda menuruti, maka kita bisa membuat wabah ini melambat," ulas dia.

Kini, Pemerintah Italia telah memperketat pengawasan terhadap orang-orang yang berkeliaran di luar rumah. Polisi di Roma mengecek dokumen dan memberikan denda bagi mereka yang ada di luar tanpa alasan yang kuat.

Mereka yang hendak berbelanja diminta berbaris di depan pintu toko. Hal ini dilakukan untuk menjaga jumlah orang yang ada di dalam toko tidak terlalu banyak dalam satu waktu.

Penduduk yang melakukan lari pagi diminta mengurangi jumlah putaran dan waktu mereka berada di luar ruangan. 

Selain itu, mereka yang berjalan-jalan akan didenda jika mereka melanggar aturan. Sebab, mereka dilarang untuk berjalan-jalan di taman atau berhenti di tempat bersejarah untuk mengabadikan kota tanpa manusia itu.

Pemerintah Italia yakin pengawasan ketat dan denda akan berhasil. Meski ia pun tahu kalau kebijakan ini akan berdampak pada terpuruknya ekonomi Italia dalam jangka pendek.

Angka kematian di Italia terus bertambah secara eksponensial tiap pekan. Kematian akibat Covid-19 di negara itu seakan terus memecahkan rekor baru. 

Di Lombardy, wilayah yang terkena dampak terburuk Covid-19 rencananya bakal diberlakukan aturan yang lebih ketat. Mulai Minggu (22/3/2020), warga bakal dilarang melakukan lari dan kegiatan luar ruang lain. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+