Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dan Ketua Umum Asprov PSSI Riau Edward Riansyah, pada pembukaan Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau di Stadion Mini Gelora Hangtuah.
Betuah Pekanbaru - Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau yang digelar di Stadion Mini Gelora Hangtuah, Kecamatan Kulim, dibuka secara resmi oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, Kamis (14/5/2026).
Dalam sambutannya, Agung menyampaikan bahwa turnamen sepak bola tersebut merupakan momentum penting dalam pembinaan sepak bola usia dini di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru.
"Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara, tim peserta, dan para orang tua yang telah mendukung anak-anaknya," ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kata Agung, akan memberikan dukungan kepada tim juara yang nantinya akan mewakili Riau di ajang Piala Dunia Anak Indonesia yang bakal berlangsung di Bandung.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola potensial yang dapat membawa nama baik Riau hingga tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI Riau Edward Riansyah menyebutkan, Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai daerah di Provinsi Riau.
Kompetisi ini mempertandingkan empat kelompok usia yakni usia 9 tahun (U-9), U-10, U-11, dan U-12. Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari mulai 15 hingga 17 Mei.
"Untuk kategori usia sembilan tahun ada 10 tim, usia 10 tahun sebanyak 11 tim, usia 11 tahun ada 14 tim, dan usia 12 tahun sebanyak 17 tim. Total keseluruhan mencapai 52 tim," ungkap Edu, sapaan Edward Riansyah.
Jumlah pemain yang terlibat mencapai 769 orang. Sementara itu, jumlah official dan pelatih sebanyak 260 orang. Dengan demikian, total peserta yang ambil bagian dalam turnamen tersebut mencapai 1.056 orang.
Seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion Mini Gelora Hangtuah. Nantinya, tim juara dari masing-masing kategori usia akan mewakili Provinsi Riau pada ajang Piala Dunia Anak tingkat nasional yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat.
Ia berharap seluruh peserta dapat bertanding secara maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas. Turnamen ini menjadi bagian dari proses pembinaan menuju sepak bola profesional.
"Kami berharap anak-anak ini tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional dan nasional. Tetapi suatu saat mereka dapat mewakili Indonesia di ajang Piala Dunia yang sebenarnya," harap Edu.***