Revitalisasi Mangkrak, Walikota Agung Ancam Putuskan Kontrak Pasar Bawah

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:07:55 WIB Cetak

Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, saat sidak ke Pasar Wisata Pasar Bawah, Kamis (30/7/2026).

Betuah Pekanbaru - Mangkraknya revitalisasi bangunan Pasar Wisata Pasar Bawah yang dilakukan oleh PT Ali Akbar Sejahtera selalu pengelola, membuat geram Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.

"Saya geram, ini mangkrak pembangunannya," ujar Agung, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Wisata Pasar Bawah tersebut, Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan kontrak Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), kata dia, revitalisasi tersebut seharusnya sudah tuntas dilakukan PT Ali Akbar Sejahtera pada 2025 lalu. Namun, hingga kini revitalisasi baru berkisar 62 persen.

"Kontrak ini dilakukan perpanjangan pada tahun 2023. Kontraknya dua tahun untuk pembangunan, 28 tahun untuk pengelolaannya. Sekarang sudah 2026, pasar tidak juga selesai," sesal Agung.

Disampaikannya, sejauh ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Perindag telah memberikan dua kali surat peringatan kepada pengelola. Tapi, revitalisasi tak juga kunjung selesai.

"Nanti kita kasih peringatan ketiga. Kalau (revitalisasi) tidak selesai juga, putus kontrak," tegas Agung.

Dengan diputuskannya kontak kerja sama, nantinya revitalisasi dan pengelolaan Pasar Wisata Pasar Bawah akan diambil alih secara langsung oleh Pemko Pekanbaru.

"Sebelum itu (diambil alih), maka akan diaudit dulu sesuai aturan undang-undang berlaku. Setelah itu mungkin diambil alih oleh pemko untuk menyelesaikannya. Kita berharap ini bisa selesai," ucapnya.

Dijelaskan Agung, mangkraknya revitalisasi bangunan Pasar Wisata Pasar Bawah disebabkan ketiadaan anggaran dari pengelola sehingga kontraktor tidak melanjutkan pekerjaan.

"Jadi, mangkraknya pertama karena pembiayaan. Nanti akan kita dudukkan antara pengelola dan kontraktor. Kalau pengelola dan kontraktor sudah tidak sanggup, maka akan diambil alih oleh pemerintah kota, bisa saja putus kontrak," ungkapnya.

Agung, menyatakan bahwa mangkraknya revitalisasi itu tidak hanya merugikan pengelola dan Pemko Pekanbaru, tapi juga para pedagang yang saat ini masih berjalan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Sekarang di sana (TPS), mereka tidak ada pembeli. Kasihan pedagang terus ditahan dan tidak masuk (ke pasar), karena mereka juga butuh penghasilan," tutupnya.***



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+