Hadirkan Dewan Pers, Kominfo Pekanbaru Gelar FGD Penguatan Kemitraan dengan Media

Senin, 14 September 2026 - 19:54:44 WIB Cetak

Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar, foto bersama pada FGD Penguatan Kemitraan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Media Massa, Senin (14/9/2026).

Betuah Pekanbaru - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Pekanbaru, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Kemitraan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Media Massa, Senin (14/9/2026).

Bertempat di Hotel Batiqa, Jalan Jenderal Sudirman, FGD yang diikuti puluhan pimpinan media dan jurnalis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar.

FGD menghadirkan dua narasumber dari Dewan Pers di antaranya Yogi Hadi Ismanto selaku anggota (Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers), serta Muhammad Jazuli selaku anggota (Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers).

Usai kegiatan, Markarius Anwar menyampaikan bahwa hubungan antara Pemko Pekanbaru dengan insan pers tak berhenti sebatas publikasi kegiatan. Tetapi pemerintah berupaya mendorong kemitraan dapat dibangun melalui komunikasi dua arah agar informasi yang sampai ke masyarakat tetap aktual dan akurat.

Ia menegaskan, forum pertemuan antara pemerintah dan insan pers tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi untuk membangun pemahaman bersama.

"Komunikasi yang baik akan melahirkan berita yang aktual dan benar, serta dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Markarius mencontohkan persoalan sampah yang sempat menjadi sorotan besar di Kota Pekanbaru. Pemberitaan terkait kondisi persampahan saat itu, kata dia, turut membentuk citra Pekanbaru di mata masyarakat.

Namun, setelah pemerintah bersama masyarakat melakukan berbagai pembenahan, Markarius berharap perubahan kondisi tersebut juga mendapat ruang pemberitaan.

"Ketika kondisi negatif, pemberitaannya heboh. Ketika sudah membaik, tentu perlu juga diberitakan," tegasnya.

Markarius mengakui masih ada persoalan komunikasi antara pemerintah dan media. Tidak seluruh informasi maupun harapan dari kedua pihak dapat tersampaikan dengan baik karena belum tersedia ruang komunikasi yang cukup.

Karena itu, Pemko Pekanbaru membuka diri untuk memperkuat komunikasi dengan insan pers. Kemitraan, menurutnya, perlu dibangun secara sehat agar pemerintah dan media dapat menjalankan perannya masing-masing dengan baik.

Di sisi lain, Markarius menyoroti perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi seiring pesatnya perkembangan teknologi digital.

Media cetak, elektronik, hingga media daring kini menghadapi tantangan yang berbeda. Masyarakat yang bukan wartawan pun dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi melalui media sosial.

Bahkan, konten yang dibuat masyarakat di media sosial terkadang memiliki jangkauan pembaca lebih besar dibandingkan pemberitaan media konvensional.

“Sekarang semua orang bisa membuat informasi melalui media sosialnya. Kadang rating dan yang membaca lebih banyak daripada media yang menulis secara resmi,” katanya.

Menurut Markarius, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan media dan insan pers. Di tengah derasnya arus informasi digital, media dituntut tetap mempertahankan kualitas, akurasi, serta kredibilitas pemberitaan.

Karena itu, ia berharap kemitraan antara Pemko Pekanbaru dan media tidak hanya berorientasi pada publikasi kegiatan pemerintah.

Lebih dari itu, kemitraan tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran informasi, komunikasi dua arah, sekaligus penyampaian kritik untuk perbaikan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.***



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+