Sekdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin, saat Salat Istisqa dengan ratusan pegawai untuk memohon kepada Allah agar diturunkan hujan.
Betuah Pekanbaru - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Selasa (8/9/2026) pagi menggelar Salat Istisqa dengan ratusan pegawai di lingkungan pemerintah kota setempat.
Dipusatkan di Masjid Paripurna Agung Al-firdaus komplek perkantoran terpadu walikota di Tenayan Raya, Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.
"Kita manusia biasa hanya bisa berikhtiar, berdoa, Allah yang menurunkan hujan, Allah yang punya kuasa semuanya. Kita bermohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan," ucap Zulhelmi Arifin, usai pelaksanaan Salat Istisqa.
Disampaikannya, kabut asap yang kembali menyelimuti dan mencemari udara di Kota Pekanbaru merupakan asap dari kabupaten dan provinsi tetangga yang masih terjadi kebakaran lahan.
"Angin yang membawa asap ini dari wilayah selatan Sumatera mengarah ke utara. Jadi angin dari selatan ini mengarah ke utara, inilah yang membuat kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru," ungkap Ami, sapaan Zulhelmi Arifin.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat ratusan titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau.
"Tapi dari hasil rapat kami kemarin di posko utama karhutla, bahwa sudah tidak ada titik api atau hotspot di Kota Pekanbaru. Artinya Kota Pekanbaru Alhamdulillah aman," ujarnya.
Kemudian dari informasi BMKG juga, lanjut Ami, Riau berpotensi diguyur hujan pada Senin (7/9/2026) kemarin dan hari ini, Selasa 8 September 2026, dan juga sudah dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Hujan ini tentu merupakan kuasa Allah. Untuk itu, hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa memohon hujan agar bisa menghilangkan kabut asap dan memadamkan titik api," tutupnya.***