Umat Islam yang Buta Aksara Alquran di Pekanbaru Capai 2,5 Persen

Senin, 13 Februari 2023 - 13:58:46 WIB Cetak

Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dan Asisten I Syoffaizal, pada pembukaan MTQ ke-55 tingkat kota, Minggu (12/2/2023) malam.

Betuah Pekanbaru - Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan, saat ini masih ada sekitar 2,5 persen umat Islam di Kota Bertuah yang buta aksara Alquran.

Disampaikannya, jumlah umat Islam yang tidak bisa membaca Alquran itu sesuai hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Untuk itu guna menekan angka buta aksara Alquran, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bekerjasama dengan tokoh agama dan adat terus berupaya mencarikan solusi sehingga ke depannya tidak ada lagi umat Islam yang tidak bisa membaca Alquran.

"(Salah satu upayanya) Kami telah membuat program Pekanbaru Mengaji di setiap tingkatan sekolah, baik negeri maupun swasta," ujarnya, pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 tingkat Kota Pekanbaru, bertempat di halaman Masjid Rhaudatus Sholihin, Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Kulim, Minggu (12/2/2023) malam.

Melalui pelaksanaan MTQ, ia berharap semua pihak dapat memberikan semangat dan dukungan kepada generasi muda untuk mempelajari Alquran yang merupakan pedoman dalam seluruh aktivitas.

"Karena penyelenggaran MTQ ini bertujuan untuk memotivasi generasi muda dan masyarakat untuk mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari," ucap Muflihun.

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Syoffaizal yang juga selaku ketua panitia MTQ ke-55 menjelaskan, sesuai jadwal pelaksanaan MTQ akan berlangsung hingga tanggal 17 Februari.

Ada 563 peserta yang akan bersaing di 8 cabang yang diperlombakan. Di antaranya cabang tilawah yang terdiri dari tilawah dewasa, tilawah remaja, qira'at Alquran Mujawwad dewasa, serta tilawah anak-anak.

Kemudian cabang qira'at Alquran Murrattal dewasa dan remaja serta tartil Alquran. Selanjutnya cabang tahfiz 1 dan 5 juz tilawah, cabang tahfiz Alquran 10-20 juz, dan cabang tahfiz 30 juz dan Tafsir Alquran Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.

Selanjutnya cabang khat (kaligrafi) naskah, khat hiasan mushaf, khat dekorasi, dan Khat kontemporer. Seterusnya cabang hafalan 100 hadis dengan sanad dan 500 hadis tanpa sanad, cabang syarhil Quran dan fahmil Quran.

"Jadi, MTQ ke-55 ini melombakan delapan cabang. Peserta atau kafilah sebanyak 563 orang dari 15 kecamatan," tutup Syoffaizal.***



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+