Sekretaris Diskes Pekanbaru Dedy Sambudi
Betuah Pekanbaru - Sebanyak 706 warga di Kota Pekanbaru, menderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap selama penerapan status Tanggap Darurat Karhutla dari tanggal 26 hingga 31 Agustus 2026.
Selain ISPA, dari data 21 puskesmas yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kabut asap juga mengakibatkan 33 warga mengalami iritasi kulit dan 23 lainnya menderita asma.
Kemudian ada juga yang mengalami pneunomia atau paru-paru basah sebanyak 5 orang, serta penderita konjungtivitis atau mata merah 15 orang.
"Jadi, warga yang terpapar kabut asap bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit, asma, pneunomia dan konjungtivitis," ungkap Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi, Kamis (3/9/2026).
Disampaikannya, rata-rata warga yang menderita berbagai penyakit akibat kabut asap tersebut hanya menjalani rawat jalan di puskesmas.
"Paling banyak memang ISPA dari total seluruh kasus yang ditangani selama tanggap darurat lalu," tutup Dedy.
Seperti diketahui, Pemko Pekanbaru pada 26 Agustus lalu menaikkan status dari Siaga menjadi Tanggap Darurat Karhutla. Satus siaga ini berlangsung selama lima hari hingga tanggal 31 Agustus 2026.
Untuk menangani warga yang terpapar kabut asap, Pemko Pekanbaru menjadikan 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan sebagai posko utama penanganan dampak kabut asap.***