LAZNAS DT Peduli Riau sukses menggelar rangkaian Safari Dakwah bersama pendakwah Koh Dennis Lim, Sabtu (12/9/2026).
Betuah Pekanbaru- Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DT Peduli Riau melaksanakan kegiatan Safari Dakwah bersama Koh Dennis Lim. Pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga masjid di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kota Pekanbaru dengan menghadirkan tema kajian yang berbeda di setiap lokasi.
Rangkaian Safari Dakwah dimulai pada pukul 08.30 WIB di Masjid Raya Makarimul Akhlak, Komplek Singgalang, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Duri, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dengan tema “Muhasabah Diri, Mengatasi Kegelisahan Hati”. Kemudian kegiatan lokasi kedua dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB di Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Jalan Sumatera No. 1, Kota Pekanbaru, dengan tema “Menjadi Orang Have Yang Sesungguhnya”. Sedangkan lokasi ketiga pada pukul 19.00 WIB, kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Husna, Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru, dengan tema “Dari Masjid Menggerakkan Kota”.
Dalam pelaksanaannya, Safari Dakwah diikuti oleh sekitar 1.800 jamaah dari tiga lokasi. Kegiatan turut didukung oleh tim DT Peduli Riau, para relawan, serta mitra yang berkolaborasi seperti Pegadaian Syariah, PHR dalam menyukseskan rangkaian dakwah tersebut.
Antusiasme jamaah terlihat di setiap lokasi kegiatan. Jamaah masjid dan masyarakat sekitar hadir untuk mengikuti kajian serta mendapatkan manfaat dari materi dakwah yang disampaikan oleh Koh Dennis Lim.
Pada kajian pertama di Masjid Raya Makarimul Akhlak, Koh Dennis Lim menyampaikan materi dengan tema “Muhasabah Diri, Mengatasi Kegelisahan Hati”. Dalam kajian ini, peserta diajak untuk melakukan introspeksi dan melihat kembali perjalanan diri, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan dan kegelisahan yang muncul dalam kehidupan.
Muhasabah menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena melalui proses tersebut seseorang dapat mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, serta kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kajian berlangsung dengan suasana yang tenang dan penuh perhatian. Jamaah mengikuti materi dengan antusias dan mendapatkan kesempatan untuk merefleksikan kondisi diri masing-masing.
“Kegelisahan itu kadang bukan karena hidup kita terlalu berat, tapi karena hati kita terlalu jauh. Maka, salah satu cara untuk menemukan ketenangan adalah kembali mendekat kepada Allah dan berani mengevaluasi diri,” ujar Koh Dennis Lim.
Rangkaian Safari Dakwah kemudian dilanjutkan di Masjid Al-Falah Darul Muttaqin, Kota Pekanbaru, dengan tema “Menjadi Orang Have yang Sesungguhnya”. Kajian tersebut mengajak peserta untuk memahami makna memiliki dalam kehidupan secara lebih luas, tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan materi, tetapi juga mengenai rasa syukur, kebermanfaatan, serta bagaimana seseorang memaknai apa yang telah Allah berikan kepadanya.
Melalui materi tersebut, jamaah diajak untuk melihat kembali kehidupan dengan perspektif yang lebih baik serta memahami bahwa kebermaknaan hidup tidak semata-mata diukur dari apa yang dimiliki, melainkan dari bagaimana seseorang menggunakan nikmat dan kesempatan yang diberikan untuk menghadirkan manfaat bagi dirinya maupun orang lain.
“Kadang kita merasa bahagia karena punya banyak hal, padahal yang paling penting bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak yang bisa kita syukuri dan kita manfaatkan untuk kebaikan,” ungkap Koh Dennis Lim.
Pada malam hari, Safari Dakwah dilanjutkan di Masjid Al-Husna, Jalan Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru, dengan mengangkat tema “Dari Masjid Menggerakkan Kota”.
Tema tersebut menekankan pentingnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Masjid diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya berbagai aktivitas positif yang memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui kajian tersebut, jamaah diajak untuk melihat masjid sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik. Semangat yang lahir dari masjid diharapkan dapat diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Masjid jangan hanya menjadi tempat kita datang untuk beribadah, tetapi juga tempat lahirnya kebaikan. Kalau masjid hidup, insyaAllah lingkungan di sekitarnya juga ikut hidup,” ujar Koh Dennis Lim.
Secara umum, seluruh rangkaian Safari Dakwah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Para jamaah menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kajian di masing-masing lokasi. Kehadiran DT Peduli Riau bersama relawan juga mendapat sambutan positif dari pengurus masjid dan masyarakat.
Salah satu peserta kegiatan Fajri menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Safari Dakwah tersebut.
“Alhamdulillah, kajian yang disampaikan sangat memberikan manfaat. Setiap tema memiliki pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari bagaimana memaknai kehidupan, melakukan muhasabah diri, hingga memahami peran masjid dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ungkap Fajri salah seorang jamaah.
Sementara itu, Windari selaku kepala KP DT Peduli Riau menyampaikan bahwa Safari Dakwah menjadi bagian dari ikhtiar lembaga dalam menghadirkan manfaat tidak hanya melalui program sosial, tetapi juga melalui dakwah dan pembinaan keagamaan.
“Alhamdulillah, Safari Dakwah dapat terlaksana di tiga lokasi dengan tema yang saling melengkapi. Kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu dari kajian, tetapi juga terdorong untuk melakukan perubahan dalam diri dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan. Semoga masjid semakin hidup dan mampu menjadi pusat kebaikan bagi masyarakat,” ungkap Winda.
Rangkaian Safari Dakwah bersama Koh Dennis Lim kemudian diakhiri dengan penutup di Masjid Al-Husna. Tiga tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut menjadi satu rangkaian pesan yang saling berkaitan, dimulai dari upaya memahami makna kebermanfaatan diri, melakukan muhasabah untuk menemukan ketenangan hati, hingga mendorong peran masjid agar mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
DT Peduli Riau berharap kegiatan Safari Dakwah dapat terus menjadi sarana pembinaan dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Selain meningkatkan pemahaman agama, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya pribadi-pribadi yang lebih baik, peduli terhadap sesama, serta bersama-sama menghidupkan masjid sebagai pusat kebaikan dan kebermanfaatan bagi lingkungan.***