Foto ilustrasi nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. (Int)
Betuah Pekanbaru - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, sepanjang 2026 ini sudah terdapat sebanyak 607 warga yang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dari ratusan kasus yang tercatat, terdapat 4 penderita di antaranya yang meninggal dunia.
Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi menyebutkan, adanya 4 penderita DBD yang meninggal karena terlambat dalam penanganan. Keluarga baru membawa korban ke untuk berobat setelah kondisinya sangat lemah.
"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," ungkapnya, Jumat (25/9/2026).
Mengingat tingginya kasus, warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi sejak beberapa hari terakhir tejadi peralihan cuaca dari panas ke hujan.
Warga, kata Dedy, mesti menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan tidak membiarkan adanya barang-barang bekas yang dapat menampung air.
"Genangan ini yang memicu jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," ujarnya.
Untuk itu, warga diajak melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Warga bisa menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air hingga mengubur barang bekas.
Dedy menambahkan bahwa Walikota Pekanbaru Agung Nugroho sudah memberi arahan agar mengoptimalkan sosialisasi tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah maupun di lingkungan sekitar.***