Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar
Betuah Pekanbaru - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring untuk seluruh sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan SMP di Kota Pekanbaru, diperpanjang hingga Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kebijakan perpanjangan PJJ disampaikan Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, usai memimpin rapat tindak lanjut dampak Karhutla dan kualitas udara di Kota Pekanbaru, bertempat di ruang rapat gedung utama komplek perkantoran terpadu di Tenayan Raya, Rabu (7/10/2026).
Dikatakan Markarius, keputusan memperpanjang PJJ dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah informasi dan parameter kualitas udara yang disampaikan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.
"Yang mana kondisi udara kita di Pekanbaru hari ini dalam kondisi sangat tidak sehat, dan ada tiga parameter, tiga-tiganya menunjukkan kondisi sangat tidak sehat. Tadi jam 13.00 WIB, itu sampai ke posisi berbahaya," ungkapnya.
Menurut Markarius, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kabut asap telah berdampak terhadap kesehatan warga di Kota Pekanbaru.
Hingga saat ini, lebih dari 10.000 orang telah terpapar dan mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi udara, mulai dari asma, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi hingga pneumonia.
Bahkan, pada 7 Oktober 2026, jumlah pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampak asap mencapai 374 orang dalam satu hari.
Melihat kondisi itu, Pemko Pekanbaru memutuskan melanjutkan PJJ sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.
"Jadi, kita akan melanjutkan pembelajaran jarak jauh, lanjutannya selanjutnya sampai hari Sabtu," ucap Markarius.
Selanjutnya Pemko Pekanbaru akan melakukan evaluasi terhadap kondisi udara pada Minggu (11/10/2026). Evaluasi tersebut akan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca, termasuk potensi hujan yang diprediksi BMKG.
Markarius menyebut BMKG memprakirakan adanya potensi hujan pada 10 Oktober atau Sabtu. Jika hujan turun dan mampu memperbaiki kondisi udara, kebijakan pembelajaran selanjutnya akan kembali dievaluasi.
"Kalau potensi hujannya memang turun tanggal 10, mungkin akan ada perubahan kondisi cuaca kita, kondisi udara kita," jelasnya.
Ia menegaskan, keputusan terkait pembelajaran akan kembali melihat perkembangan kondisi udara setelah evaluasi dilakukan. "Jadi PJJ ini sampai hari Sabtu dulu, nanti hari Minggu kita akan evaluasi kembali," tutupnya.***