Pemko Pekanbaru Dirikan Politeknik untuk Cetak SDM Berkualitas

Rabu, 10 November 2021 - 13:06:16 WIB Cetak

Walikota Pekanbaru Firdaus dan Direktur Polibatam Dr Uuf Brajawidagda, menandatangani MoU kerjasama Politekni Pekanbaru dengan Polteknik Batam.

Betuah Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus berupaya guna mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan tersebut dengan mendirikan Politeknik atau institut teknologi.

Pendirian Politeknik sendiri merupakan bentuk pemikiran maju dan pandangan jauh ke depan dari Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT. Yang mana, ia berkeinginan agar pembangunan yang dilakukan memiliki integrasi antara satu sama dengan lainnya, pembangunan fisik dan pembangunan SDM.

Untuk itu setelah sukses membuka dan membangun Kawasan Industri Tenayan (KIT), untuk penopang KIT tersebut saat ini walikota sedang merancang menyiapkan tenaga ahli dan terampil di bidangnya melalui pembangunan Politeknik Negeri.

Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Dr H Ismardi Ilyas menjelaskan, progres pembangunan Politeknik Negeri Pekanbaru secara simultan terus berjalan dengan baik. Seperti di antaranya, kajian naskah akademis dan kajian kelayakan pendirian itu sudah disusun. 

Berikutnya juga sambil proses itu berjalan, komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mengusulkan ke Pemerintah Pusat tetap berjalan. 

"Artinya, sejauh ini prosesnya (pendirian Politeknik Pekanbaru) bergerak terus, dan kita mohon dukungan semua pihak. Karena memang Politeknik ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjawab tantangan dunia kerja di tahun-tahun mendatang," ucapnya.

Dikatakannya, berdasarkan MoU pada Rabu, 03 November 2021 untuk rintisan dan tahap awal pembangunan Politeknik Pekanbaru ini nantinya akan menginduk ke Politeknik Negeri Batam. Sedangkan ruang lingkup MoU ini dalam bidang pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengkajian dan pengembangan, serta pendampingan yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah dan sumber daya manusia untuk kesejahteraan masyarakat di Kota Bertuah.

Pada MoU tersebut, dari Pemko Pekanbaru dihadiri Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Sekdako H Muhammad Jamil MSi, Asisten 1 Drs H Syofaizal MSi, Asisten 3 Masykur Tarmizi SSTP MSi, Kepala Bappeda H Ahmad ST MT, dan Kadisdik Dr H Ismardi Ilyas MAg, Kepala Bagian Kerjasama Fajri Adha S.STP MSi, serta delapan tenaga ahli dari Pemko Pekanbaru.

Kemudian dari Polibatam turut hadir Direktur Polibatam Dr Uuf Brajawidagda, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ahmad Riyad Firdaus P.hD, Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Bambang Hendrawan MSM, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni Dr Muhammad Zaenuddin, Kepala Satuan Hilirisasi Inovasi dan Layanan Usaha (SHILAU) Muslim Ansori SE MAk CPA CA, dan Ketua Jurusan Manajemen Bisnis Polibatam Arniati SE MSi Ak CPA CA PhD.

Diaikui Ismardi, di Pulau Sumatera memang ada beberapa Politeknik. Namun setelah dievaluasi sesuai karakter daerah yang dimiliki Pekanbaru, yang memiliki kesamaan adalah Kepri yang memiliki Politeknik Batam. Ini sesuai dengan kondisi Pekanbaru yang sekarang sudah menjadi kota metropolitan, dan 20 tahun lagi menjadi megapolitan.

Untuk itu, Kota Pekanbaru membutuhkan sarjana terapan, sarjana terampil yang dibutuhkan dunia industri. Dikataknya, Politeknik ini sangat dibutuhkan baik masyarakat atau Pemko Pekanbaru hal itu untuk menjawab tantangan akan kebutuhan tenaga kerja dengan keberadaan KIT yang saat ini dalam proses pembangunan juga.

"Kita nanti punya KIT yang membutuhkan 155 ribu tenaga kerja. Akan ada banyak industri di sana dan itu memerlukan tenaga kerja yang siap pakai. Dari mana? Tentu dari sini kita siapkan (Politeknik Pekanbaru) untuk bisa bersaing mengisi peluang yang ada. Ini menjadi tanggungjawab Pemerintah tentunya," tegasnya.

Disampaikannya juga, untuk target pembangunan Politeknik Pekanbaru diharapkan bisa selesai 2021 ini, dan tahun berikutnya sudah bisa menerima peserta didik. Untuk bangunan sudah dipersiapkan Pemko, yaitu menggunakan gedung SMK Teknologi Pekanbaru yang saat ini ditempati oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

"Semua sudah lengkap di sana, sudah ada ruangan belajar, asrama, dan segala macamnya, ada labor juga. Dan akan bertahap untuk sarana dan prasarana pendukung lainnya disiapkan," papar Ismardi.

"Kita sudah punya modal untuk Politeknik ini, yaitu bangunan yang sudah siap. Untuk tenaga pendidik akan kerjasama dengan Politeknik yang ada di Riau. Bisa dengan Politeknik Caltex, Bengkalis, maupun Kampar,'' ulasnya.

Diungkapnya lagi, karena yang diusulkan itu politeknik negeri makanya pemerintah kota berharap respon baik dari Pemerintah Pusat untuk segera memberikan izin administrasi untuk pengoperaskan Politeknik Pekanbaru.

"Target pak walikota, tahun ini bisa selesai. Tapi melihat kondisinya jadi agak molor dari target tahun ini," ujarnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdako Pekanbaru Masykur Tarmizi menambahkan, terkait percepatan pembangunan Politeknik Pekanbaru bisa terlambat meski Pemko Pekanbaru menggesa agar bisa cepat beroperasi menjelang priodesasi Firdaus-Ayat berakhir April 2022.

"Karena ada moratorium pendirian Politeknik negeri baru. Dengan moratorium itu tentu membuat laju semangat kita terganggu. Harapan kita moratorium ini dicabut, sehingga Kota Pekanbaru menjadi kota pertama yang segera dibangun Politeknik setelah moratorium dicabut,'' jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, menurut Masykur, untuk kota- kota yang ada di Provinsi Riau kini masih kekurangan Perguruan Tinggi. (advertorial)



Baca Juga Topik #Advertorial+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+