UAS Bukan Dipecat Sebagai Dosen Karena Dukung Prabowo, Ini Penjelasan Rektor UIN

Rabu, 08 Mei 2019 - 05:56:20 WIB Cetak

Ustadz Abdul Somad

BETUAH.COM, PEKANBARU - Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Pekanbaru, Riau, Akhmad Mujahidin, angkat suara soal hebohnya surat pemecatan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai dosen UIN yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Mujahidin mengatakan, surat yang kini banyak beredar di media sosial (medsos) itu bukanlah surat pemecatan terhadap UAS, melainkan surat dari Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) tertanggal 16 April 2019 yang meminta pihak kampus menegur UAS karena diduga memihak ke calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam surat dengan perihal 'Netralitas Aparatur Sipil Negara' itu, KASN meminta UIN mengklarifikasi kepada UAS perihal dialognya dengan capres Prabowo dalam tayangan yang disiarkan televisi. Menurut KASN, dalam tayangan itu, ada tafsiran, UAS yang merupakan ASN mendukung paslon 02.

Surat dari KASN yang diterima UIN Suska Pekanbaru, Riau

Disampaikan Mujahidin, hingga kini ustadz kondang itu masih berstatus sebagai dosen UIN. Terkait klarifikasi sesuai arahan KASN, pihak kampus belum bisa meminta keterangan secara langsung kepada UAS.

"Sekarang Ustadz Somad-nya tak bisa dikontak. Jadi kita belum bisa klarifikasi ke beliau," ujar dia kepada Detik.com, Selasa (7/5/2019). "Nomor WA (WhatsApp) tak dibalas, ditelepon tak diangkat. Jadi kita belum mengetahui di mana beliau sekarang," ulas Mujahidin.

Dikatakannya, UAS sendiri saat ini berstatus cuti belajar. UAS mengajukan izin belajar sejak Agustus 2015 lalu. 

"Secara administrasi beliau diizinkan (kuliah S3-Red) sejak Agustus 2015 . Sejak itu beliau statusnya cuti belajar. Ketika statusnya cuti belajar, maka mata kuliahnya digantikan ke orang lain dulu," ungkap Mujahidin.

Dia menjelaskan, saat pertemuan dengan Prabowo tersebut UAS masih dalam status cuti belajar. Karena itu pihaknya tidak dapat memantau kegiatan UAS di luar kampus. 

"Ya iya. Makanya kitapun nggak menerima laporan, tidak ada pemberitahuan. Kalau beliau cuti belajar, ya cuti belajar. Kita nggak tau aktivitas beliau di mana, apakah dengan Prabowo, paling denger-denger gitu ajakan," ujarnya.

"Mengenai yang bersangkutan itu di manakan, kalau dia nggak melapor, kan nggak tahu kita. Nggak mungkinlah masak anda memata-matai saya terus," sambung Mujahidin.

Karena itu, terang Mujahidin, pihaknya hingga sekarang belum bisa memberikan klarifikasi kepada KASN lantaran pihak kampus belum berhasil mendapatkan keterangan dari UAS perihal pertemuannya dengan Prabowo itu. 

"Semua PNS bernaungnya di situ (KASN), kalau kita disuruh klarifikasi ya kita klarifikasi. Karena yang bersangkutan belum bisa dihubungi, kita laporkan belum bisa dihubungi, kan gak papa," tutup Mujahidin. (red)



Baca Juga Topik #politik+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+