Ratusan Warga Koto Aman Menginap di Bawah Fly Over Sudirman Pekanbaru

Selasa, 12 Maret 2019 - 21:36:45 WIB Cetak

Personel Satpol PP Pekanbaru menjumpai warga Koto Aman yang bertahan di bawah fly over Sudirman Pekanbaru.

BETUAH.COM, PEKANBARU - Ratusan warga Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, memilih menginap di bawah fly over atau jembatan layang Jalan Jenderal Sudirman-Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Mereka enggan pulang sebelum ada solusi dari Pemerintah Provinsi Riau terkait sengketa lahan dengan salah satu perusahaan. Hingga Selasa (12/3/2019) sudah masuk hari ke delapan mereka berada di Pekanbaru dan tinggal di bawah fly over.

Untuk ketertiban dan keamanan, Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono mengaku sudah mendatangi ratusan warga tersebut dan menyarankan agar mereka sementara waktu tinggal di salah satu gedung milik pemerintah provinsi.

"Tapi mereka menolak. Maka kami imbau untuk tetap menjaga ketertiban dan kebersihan di sekitar fly over," ujar Agus, Selasa (11/3/2019).

Guna memastikan arus lalu lintas di kawasan fly over lancar, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Lingkungan hidup dan Kebersihan (DLHK) mengantisipasi tumpukan sampah selama ratusan warga tersebut bertahan di bawah fly over.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga warga Koto Aman ini bisa segera kembali pulang ke kampung halamannya," tutup Agus.

Demo DPRD dan Gubri

Selama aksi di Pekanbaru, ratusan warga Koto Aman sudah menggelar dua kali demo. Kamis (8/3/2019), mereka mendatangi Kantor Gubernur Riau, dan Senin (11/3/2019) di Gedung DPRD Riau.

Aksi demo di Kantor Gubernur Riau dan Gedung DPRD Riau keduanya berlangsung ricuh.

Mereka memaksa masuk ke kantor gubernur yang dikawal ketat petugas kepolisian dan Satpol PP. Aksi dorong pagar pun terjadi antara warga dan petugas yang tidak memperbolehkan mereka masuk.

Kemudian dalam aksi di Gedung DPRD Riau juga sempat ricuh antara pendemo dan petugas kepolisian. Kericuhan dipicu aksi pendemo yang memblokir pintu masuk dan ke luar di gedung DPRD hingga mengundang kemarahan dari petugas.

Saling dorong antara petugas dan pendemo sempat terjadi ketika pendemo berupaya menghentikan mobil Dinas Gubernur Riau Syamsuar yang ke luar dari gedung DPRD.

Tuntutan yang disampaikan dalam aksi demo masih sama yakni meminta pemerintah, baik pusat dan provinsi untuk menuntaskan koflik lahan di Desan Koto Aman. Para pendemo menuding lahan mereka seluas lebih kurang 1.500 hektare dikuasai oleh PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL). (abd)



Baca Juga Topik #riau+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+