Profesor di Columbia University Sejajarkan Israel dengan ISIS

Senin, 08 April 2019 - 00:46:45 WIB Cetak

Dataran Tinggi Golan, Suriah, yang diduduki Israel/net

BETUAH.COM, NEW YORK - Seorang profesor dari Columbia University, New York, mensejajarkan Israel dengan kelompok militan ekstremis Islamic State atau ISIS lantaran menduduki dan mencaplok Dataran Tinggi Golan yang merupakan wilayah Suriah.

Dataran Tinggi Golan diduduki negara Zionis itu sejak perang enam hari pada 1967 silam. Kini, Amerika Serikat secara sepihak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Suriah itu meski mendapat kecaman dari masyarakat internasional.

"Preman pembunuh, kelompok jihadis menaklukkan wilayah-wilayah Suriah dan mendeklarasikan kekhalifahan. Sementara itu rekan-rekan Israel menaklukkan bagian dari Suriah dan menyatakannya sebagai bagian dari koloni pemukim Zionis-nya," kata Hamid Dabashi, profesor di Departemen Studi Timur Tengah, Asia Selatan, dan Afrika di Columbia University. 

Argumen itu dia tulis di halaman Facebook-nya beberapa hari lalu. "Satu-satunya perbedaan; ISIS tidak memiliki satu peleton kolumnis yang dicukur bersih dan rapi di New York Times yang menyebarkan 'pakaian teroris' seperti yang dilakukan oleh para kolumnis Zionis secara teratur," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan profesor Hamid Dabashi tersebut lantas memicu kemarahan kelompok mahasiswa pro-Israel yang tergabung dalam "Students Supporting Israel" dan menulis kecaman mereka dalam sebuah pernyataan.

"Pernyataan yang benar-benar tercela dan menjijikkan ini tidak diharapkan dari pemegang jabatan tetap di lembaga Ivy League," bunyi pernyataan mereka, seperti dikutip Sindonews dari Haaretz, Sabtu (6/4/2019).

Namun, oihak universitas sendiri belum merespons pernyataan Dabashi. Pendapat profesor itu sejatinya bukan argumen baru di kalangan kampus.

Seorang mahasiswa kandidat anggota komite eksekutif National Union of Students di Inggris, Zeid Truscott, juga pernah mengaitkan Israel dengan ISIS.

Truscott, seorang mahasiswa University of Bath student telah membagikan artikel yang menuduh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dilatih oleh badan intelijen Israel, Mossad.

Persatuan Pelajar Yahudi merasa sangat terganggu oleh posting media sosial Truscott yang mereka anggap bermuatan anti-Semit. (red)



Baca Juga Topik #internasional+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+