Pungli Retribusi Air Penyebab Penghuni Rusunawa Enggan Bayar Sewa

Selasa, 14 Mei 2019 - 16:04:41 WIB Cetak

Petugas dan penghuni Rusunawa Yos Sudarso berdiskusi saat akan dilakukan pengusiran terhadap penghuni yang menunggak, Selasa (14/5/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Pungutan liar (pungli) dengan dalih retribusi air oleh oknum pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pekanbaru, penyebab enggannya penghuni rumah susun sederhana dan sewa (Rusunawa) Jalan Yos Sudarso membayar uang sewa sejak Januari 2019 lalu.

Dalam pungli yang sudah berlangsung sejak Juli 2018 itu, oknum pegawai Dinas Perkim Pekanbaru yang disebut mengaku bernama Firman dan Safari memungut uang sebesar Rp40 ribu per bulan untuk satu hunian.

Adanya pungli yang menyebabkan penghuni tunggak uang sewa itu, terungkap ketika Dinas Perkim didampingi puluhan personel Satpol PP Pekanbaru menyambangi Rusunawa setempat dengan tujuan mengusir 68 penghuni yang menunggak, Selasa (14/5/2019).

Pantauah di lapangan, petugas dan sejumlah penghuni sempat adu. Penghuni emosi lantaran merasa ditipu oleh oknum petugas Perkim sejak awal menghuni unit di Rusunawa Jalan Yos Sudarso tersebut.

Dari keterangan penghuni Rusunawa, Nur Amelia, mereka pada intinya mau membayar tunggakan dengan ketentuan petugas harus menyelesaikan persoalan yang selama ini terjadi.

Amelia menceritakan, sejak Juli 2018, mereka diminta uang retribusi air sebesar Rp40 ribu. Namun belakangan, kata Amel, para penghuni mengetahui retribusi air tersebut sebenarnya tidak ada alias pungutan liar (Pungli). 

"Mereka tagih uang air sejak Juli tahun lalu sebesar Rp40 ribu. Lalu uang dikembalikan 2 bulan dipotong 10 ribu. Sisa 3 bulan belum dikembalikan," ungkapnya.

Lantaran ditipu, puluhan penghuni enggan membayar uang sewa. Mereka meminta petugas Perkim mengembalikan uang air yang sudah terlanjur dibayar. Kata dia, masih ada tiga bulan yang belum dikembalikan. Artinya masih ada Rp120 ribu tiap rumah yang belum dikembalikan. 

"Mereka sejak tahun lalu meminta uang air. Uang sewa mereka minta sejak Oktober tapi kami tidak mau bayar uang sewa ini karena mereka tidak ada kuitansi. Tau-tau kan Januari baru diberlakukan," jelasnya. 

Lanjut Amelia, pihaknya sudah menanyakan kepada Firman soal uang tersebut, namun jawaban Firman, uang itu sudah dikembalikan melalui petugas Rusunawa atas nama Raja Muhammad Isa. 

"Kata Firman, uang itu sudah dikembalikan oleh Firman kepada Raja Muhammad Isa. Tapi dia tidak mengaku," kata dia.

Petugas Rusunawa Raja Muhammad Isa saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menunjuk atas nama Firman untuk memungut uang sewa di Rusunawa. Namun soal retribusi air itu, Ia berkilah Firman tidak menyetor. 

"Firman memungut retribusi. Namun uang tidak disetorkan ke kantor. Orangnya kabur tidak ada di sini," kata dia. 

Kasubag TU Rusunawa Heri Rusdi saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini ada 80 penghuni Rusunawa. Namun dari jumlah itu, hanya 12 penghuni yang patuh membayar sewa. Artinya ada 68 penghuni yang tidak membayar sewa. 

"Mereka sudah diberlakukan sewa sejak Januari lalu. Tarifnya cukup murah sesuai Peraturan Daerah (Perda), karena itu subsidi. Mulai dari Rp175 ribu sampai Rp225 ribu," kata dia. 

Sejak berjalan ada yang tertib membayar, ada yang tidak. Makanya dari itu, kata dia pihaknya mengingatkan kembali agar membayar sewa. Pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan sebanyak empat kali. 

"Empat kali kita surati perbulan. Namun sampai surat keempat, masih ada yang belum bayar. Secara kontrak sewa mereka juga sudah melanggar, karena sudah habis," kata dia. 

Ditanya kapan unit dikosongkan, Heri tidak bisa memastikan. Namun kata dia, sebenarnya dalam surat peringatan itu sudah dibunyikan akhir april mereka harus membayar. 

Kabid Perundang-undangan Satpol PPUD Rudy mengatakan pihaknya menurunkan dua pleton, yang juga terdiri dari praja wanita. Penertiban itu kata dia sudah sesuai kesepakatan. 

Rudy juga menegaskan, para penghuni masih diberi waktu sampai selesai hari raya Idul Fitri. Jika tidak juga dibayarkan, pihaknya akan menggusur paksa. 

"Kalau juga tidak dibayarkan, dengan berat hati kami minta kosongkan habis lebaran. Kalau tidak juga dikosongkan, kami akan eksekusi paksa," tegasnya. (abd) 



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+