Pekanbaru Masih Bebas Cacar Monyet

Rabu, 15 Mei 2019 - 17:47:57 WIB Cetak

Bintil cacar monyet yang mulai menjadi kerak/net

BETUAH.COM, PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyatakan, hingga kini belum ada ditemukan warga Kota Bertuah yang menderita penyakit cacar monyet atau Monkeypox.

"Meski demikian, kami terus melakukan monitoring surveilance ke puskemas," kata Plt Kepala Diskes Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Rabu (15/5/2019).

Selain pemantauan ke puskesmas, sebut dia, pengawasan di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru juga ditingkatkan melalui Thermal Scanner. 

"Alat ini bisa mendeteksi suhu tubuh penumpang dari penerbangan luar negeri," ungkapnya.

Virus Monkeypox sendiri kembali ditemukan di Singapura pada akhir April 2019 lalu. Virus itu dideteksi terbawa oleh seorang warga Nigeria yang berkunjung ke Singapura 28 April 2019 dan ia terbukti positif mengidap cacar monyet pada 8 Mei.

Gejala Monkeypox

Dikutip dari World Health Organization (WHO) via Kementerian Kesehatan, gejala cacar monyet baru timbul 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinfeksi virus.

Sebelum gejala muncul, cacar monyet biasanya diawali dengan periode inkubasi selama enam sampai 16 hari. 

Penderita akan mengalami demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, dan kekurangan energi selama lima hari.

Ruam mulai muncul dari wajah hingga menyebar ke seluruh tubuh penderita setelah terjadi demam selama satu hingga tiga hari. Periode ini dinamakan periode erupsi kulit.

Dalam kurun waktu 10 hari, luka berevolsi menjadi lepuhan berisi cairan, bintil, dan akhirnya menjadi kerak. (red)



Baca Juga Topik #kesehatan+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+