Pemicu Banjir, Warga Kampung Bandar Bongkar Tembok Drainase di Jalan Kota Baru

Jumat, 05 Juli 2019 - 21:34:06 WIB Cetak

Warga melakukan pembongkaran tembok yang menyumbat drainase di persimpangan Jalan Kota Baru-Panglima Undan, Kamis (4/7/2019).

BETUAH.COM, PEKANBARU - Warga RT 01/RW 02, Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, mulai mengeksekusi tembok yang menyumbat saluran pembuangan air atau drainase di persimpangan Jalan Kota Baru-Panglima Undan.

Dari keterangan Ketua RT setempat yang akrab disapa Moyan, pasca pembangunan drainase itu oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau bersamaan dengan pembangunan Jembatan Siak III, pemukiman warga setempat malah kerap direndam banjir lantaran drainase tersebut tak berfungsi mengalirkan air menuju ke Sungai Siak.

"Air tidak mengalir lantaran aliran air menuju ke drainase di Jalan Kota Baru ditembok. Sehingga ketika hujan turun, air yang memenuhi drainase meluap dan merendam rumah warga," ungkapnya, Jumat (5/7/2019) sore.

Selain pemicu banjir, terang dia, air yang tergenang di dalam drainase juga menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk yang jelas membuat warga setempat rentan diserang berbagai penyakit dan demam berdarah dengue (DBD).

"Warga sudah sangat mengeluhkan," ucap Moyan.

Keluhan warga itu, kata Moyan, sudah pernah disampaikan secara langsung kepada Walikota Pekanbaru Firdaus pada Aksi Bersih Sungai Siak 20 Juni 2019 lalu dan sudah ditinjau sekaligus memerintahkan Dinas PUPR Pekanbaru membongkar tembok yang menyumbat drainase.

"Namun, sampai hari ini perintah walikota tersebut tidak kunjung ditindaklanjuti oleh Dinas PUPR. Warga yang sudah tak tahan memilih membongkar sendiri dan sekarang proses pembongkaran masih berlanjut," ujarnya.

Terpisah, Camat Senapelan Fabillah Sandy membenarkan pembongkaran tembok drainase oleh warga Kampung Bandar tersebut.

"Iya benar, sudah mulai dibongkar warga. Kemarin sebelum dibongkar, warga sudah melaporkan ke saya dan menyatakan sudah tidak tahan lagi dengan bau busuk yang bersumber dari genangan air di drainase. Karena sudah sangat dikeluhkan, tentu tidak bisa kita larang," tegasnya.

Dengan dilakukannya pembongkaran, pria yang akrab disapa Obet ini berharap warga setempat tak terus menerus mengeluh karena direndam banjir ketika hujan turun. "Begitu juga dengan bau busuk yang memang sangat dikeluhkan warga, ke depan tidak ada lagi," harapnya. (abd)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+