Riau Darurat Pencemaran Udara, Warga Terdampak Asap akan Dievakuasi

Senin, 23 September 2019 - 12:58:39 WIB Cetak

Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru pada Senin (23/9/2019) pagi.

BETUAH.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, menaikkan status dari siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Darurat Pencemaran Udara terhitung 23 hingga 30 September mendatang.

Penetapan status itu diumumkan secara langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar yang juga Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Riau di media center Karhutla Riau Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Senin (23/9/2019) pagi.

"Mulai hari ini kita menetapkan keadaan darurat pencemaran udara di Provinsi Riau," ujarnya didampingi Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Riau.

Gubernur Riau Syamsuar didampingi Wagub Edy Natar Nasution saat konferensi pers penetapan status Darurat Pencemaran Udara, Senin (23/9/2019) pagi.

Status Darurat Pencemaran Udara, kata Syamsuar, akan terus dievaluasi setiap hari.

"Kita akan lihat perkembangan lagi, semoga ada perubahan, hujan segera turun. Tapi seandainya pencemaran udara terus berlanjut, maka status Darurat Pencemaran Udara akan kita perpanjangan," ungkap mantan Bupati Siak ini.

Dengan penetapan status Darurat Pencemaran Udara, Pemprov Riau segera menyiapkan tempat penampungan bagi warga yang rentan terdampak berbagai penyakit akibat kabut asap karhutla.

"Mulai hari ini kami menyiapkan tempat-tempat evakuasi bagi masyarakat kita yang rawan terdampak asap seperti anak-anak, ibu hamil dan orangtua kita yang asma, akan kita evakuasi ke rumah sakit," tutupnya. (abd) 



Baca Juga Topik #riau+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+