Waspada, 3 Aliran di Pekanbaru Ini Terindikasi Sesat

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 02:29:36 WIB Cetak

Ilustrasi aliran sesat/net

BETUAH.COM, PEKANBARU - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, menerima laporan terkait adanya aliran agama yang diduga sesat kini masuk ke Kota Bertuah.

Kepala Badan Kesbangpol Pekanbaru Muhammad Yusuf mengatakan, laporan indikasi aliran sesat itu diterima pihaknya dari intelijen dari berbagai unsur.

Adapun ketiga aliran yang terindikasi sesat tersebut di antaranya ;

Pertama mengatasnamakan pengobatan ilmu kehidupan. Dalam aliran ini, pengikutnya tidak diwajibkan melaksanakan shalat dan membaca Alquran. Ajaran ini disampaikan kepada warga yang menjalani pengobatan alternatif di lokasi tempat ajaran itu terdeteksi.

Kedua, aliran Saksi Yewuha. Ajaran ini belum dipastikan apakah menyerupai Islam atau Kristen. Namun, aliran ini disebut-sebut tidak mengakui adanya Natal di 25 Desember dan juga tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, melainkan Yesus merupakan utusan Tuhan.

Kemudian aliran ketiga mengatasnamakan Shensei Bukkyo yang merupakan sebuah aliran dari Jepang.

"Baru kita deteksi ada sejumlah aliran sesat, namun laporan secara tertulis belum ada," ujar Yusuf, Jumat (4/10/2019).

Meski belum menerima keluhan dari masyarakat atau berupa laporan tertulis, namun Yusuf menyatakan jika pihaknya bersama unsur terkait akan segera turun guna melakukan pengawasan.

"Kita bakal antisipasi penyebarannya bersama unsur Forkopimda di Pekanbaru," ucapnya yang masih enggan membeberkan lokasi ketiga aliran yang diduga sesat tersebut.

Minta Warga Waspada

Terpisah, Walikota Pekanbaru Firdaus mengaku belum menerima laporan secara resmi dari instansi terkait mengenai adanya dugaan tiga aliran sesat yang kini masuk ke Kota Pekanbaru.

Namun demikian, ia tetap mengimbau warga agar waspada dan meminta unsur terkait bersama penegak hukum segera mengambil tindakan.

"Aparat hukum bersama pihak terkait harus menelusurinya agar tidak meresahkan masyarakat," pintanya.

Terkait penyebaran agama berkedok pengobatan alternatif, Firdaus mengajak warga untuk lebih hati-hati dalam mengakses layanan pengobatan alternatif.

Kemudian kepada Dinas Kesehatan, Firdaus meminta agar meningkatkan pengawasan dan menelusuri perizinan di pelayanan kesehatan. "Karena adanya praktek layanan kesehatan, tentu harus mengantongi izin (dari pemerintah kota)," tutupnya. (ocu)



Baca Juga Topik #Pekanbaru+
Tulis Komentar +
Berita Terkait+